Bid'ahnya
Dzikir Berjama’ah ala Arifin Ilham
Kamis,
29 Desember 2005
Penulis:
Al Ustadz Abu Karimah 'Askari bin Jamal Al Bugisi
Mukaddimah
إِنَّ
الحَمْدَ لله
نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ
سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ الله فَلا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ،
وَأَشْهَدُ أَن لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا
عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ،
صلى الله عليه، وعلى آله وصحبه وسلم. وبعد
Segala
puji hanya bagi Allah, kita memuji-Nya, memohon pertolongan-Nya, mengharapkan
petunjuk-Nya dan ampunan-Nya, serta berlindung kepada Allah dari kejahatan hawa
nafsu kita dan kejahatan amalan kita. Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh
Allah, maka tidak ada satupun yang dapat menyesatkannya, sebaliknya siapapun
yang disesatkan Allah, niscaya tidak satupun yang dapat memberi petunjuk
kepadanya.
